Senin, 12 November 2012

Mereka, Bagiku Segalanya !



“Ibu” menurutku nama itu tak asing ditelinga banyak orang, karna nama itu hampir dikatakan oleh jutaan penduduk di negara ini, begitu pun aku yang terus bergumam dengan tak bosan2nya memanggil kata tersebut. Namun kebanyak orang tak tahu arti dari kata “ibu” itu sendiri ! . Tapi aku coba menafsirkan kata tersebut dan menurutku “ibu” itu ialah makhluk ciptaan tuhan dengan berjenis kelamin “perempuan” yang didalam hatinya terselip banyak rasa dan kasih sayang dan banyak lagi sehingga tidak bisa diucapkan pula.
“ayah” bagiku nama yang sama seperti “ibu” dan tak asing lagi di negara berbendera merah putih ini. Banyak orang menafsir “ayah” itu orang yang berkepribadiaan tegas dan pemarah, tapi menurutku “ayah” ialah manusia penuh imajinasi untuk hal bekerja, tidak sedikit menjadi panutan bagi keluarganya, dan berkepribadian santai tapi berfikir bila dihadapkan masalah berfaktor “extern” maupun “intern”.
***
Jujur orang tua ku bukanlah dari kalangan musisi, penyanyi, artis, penulis dan polistisi tapi mereka hanya orang biasa yang mencoba membenah sebuah rumah tangga yang “indah”. Meski pun banyak pula kekurangan jika ku telaah tapi kekurangan itu berasa terhapus dengan keharmonisan dan kebersamaan.
Saat aku kecil pun mereka selalu mendukung agar aku menjadi anak yang bisa membanggakan mereka dan orang banyak, Ku berasa haru bila ku kenang masa2 waktu kecil besama mereka, namun waktu tak bisa diputar kembali dan inilah saatnya ku jalani hidup ini.
***
                Ibuku ialah orang yang selalu bicara banyak padaku dan lainnya. Memang pada awalnya aku bosan dan jengkel namun pada akhirnya tersadar bahwa “beliau” berbicara banyak yahh untuk kebaikanku sendiri dan bahkan tak jarang pula “beliau” memberi nasehat padaku, yang paling ku ingat nasehat dari “beliau” ialah.
                “saat besar nanti jadilah kau menjadi “orang” “. Ibuku selalu bilang perkataan itu padaku, ia berbicara seperti itu saat ku beranjak remaja dan disitu pula ku baru mengenal namanya “hidup”.
***
                Sebaliknya dengan ibuku, “ayahku” tak pernah banyak bicara paling bicara hanya sepatah atau dua patah kata, “beliau” hanya sering berdiam. Tapiku ingat dengan perkataan “beliau” padaku.
                “jika kau telah mengenal apa itu “hidup” dan kau telah merasakannya, cobalah kau berbagi pada orang sekelilingmu dan sekitarmu karna mereka pula yang telah membantu mu menjadi seperti “ini” !”.
                Akupun tak lupa dengan perkataan keduanya, “meski kau saat besar nanti hidup sederhana dan berkecukupan, tapi banggalah pada dirimu karna itu semua usaha kerja kerasmu”.
***
                Mereka adalah inspirasiku, mereka pula bagian dari hidupku, mereka pula yang telah membesarkanku hingga saat ini, mereka pula yang memberikan dasar2 “kehidupan”, mereka pula banyak mengajariku, mereka pula telah lama bersamaku meski ku selalu membuat mereka kesal karna ulah tingahku pada saat itu hingga saat sekarang, dan mereka pula bagiku segalanya.
                Disaat ku telah menjadi “orang” ku takan pernah lupa dengan perkataan2 dari “beliau”. Aku selalu berharap sebelum “beliau” meninggalkan ku dan semuanya dialam ini, ku ingin menyayangi, menyenangkan, membahagiakan mereka seperti mereka “kepadaku”.


Pengarang, Agus Setiawan
@agusibenxCOC

0 komentar:

Posting Komentar