“Ibu” menurutku nama itu tak asing
ditelinga banyak orang, karna nama itu hampir dikatakan oleh jutaan penduduk di
negara ini, begitu pun aku yang terus bergumam dengan tak bosan2nya memanggil
kata tersebut. Namun kebanyak orang tak tahu arti dari kata “ibu” itu sendiri !
. Tapi aku coba menafsirkan kata tersebut dan menurutku “ibu” itu ialah makhluk
ciptaan tuhan dengan berjenis kelamin “perempuan” yang didalam hatinya terselip
banyak rasa dan kasih sayang dan banyak lagi sehingga tidak bisa diucapkan
pula.
“ayah” bagiku nama yang sama
seperti “ibu” dan tak asing lagi di negara berbendera merah putih ini. Banyak
orang menafsir “ayah” itu orang yang berkepribadiaan tegas dan pemarah, tapi
menurutku “ayah” ialah manusia penuh imajinasi untuk hal bekerja, tidak sedikit
menjadi panutan bagi keluarganya, dan berkepribadian santai tapi berfikir bila
dihadapkan masalah berfaktor “extern” maupun “intern”.
***
Jujur orang tua ku bukanlah dari
kalangan musisi, penyanyi, artis, penulis dan polistisi tapi mereka hanya orang
biasa yang mencoba membenah sebuah rumah tangga yang “indah”. Meski pun banyak
pula kekurangan jika ku telaah tapi kekurangan itu berasa terhapus dengan
keharmonisan dan kebersamaan.
Saat aku kecil pun mereka selalu
mendukung agar aku menjadi anak yang bisa membanggakan mereka dan orang banyak,
Ku berasa haru bila ku kenang masa2 waktu kecil besama mereka, namun waktu tak
bisa diputar kembali dan inilah saatnya ku jalani hidup ini.
***
Ibuku
ialah orang yang selalu bicara banyak padaku dan lainnya. Memang pada awalnya
aku bosan dan jengkel namun pada akhirnya tersadar bahwa “beliau” berbicara
banyak yahh untuk kebaikanku sendiri dan bahkan tak jarang pula “beliau”
memberi nasehat padaku, yang paling ku ingat nasehat dari “beliau” ialah.
“saat
besar nanti jadilah kau menjadi “orang” “. Ibuku selalu bilang perkataan itu
padaku, ia berbicara seperti itu saat ku beranjak remaja dan disitu pula ku
baru mengenal namanya “hidup”.
***
Sebaliknya
dengan ibuku, “ayahku” tak pernah banyak bicara paling bicara hanya sepatah
atau dua patah kata, “beliau” hanya sering berdiam. Tapiku ingat dengan
perkataan “beliau” padaku.
“jika
kau telah mengenal apa itu “hidup” dan kau telah merasakannya, cobalah kau
berbagi pada orang sekelilingmu dan sekitarmu karna mereka pula yang telah
membantu mu menjadi seperti “ini” !”.
Akupun
tak lupa dengan perkataan keduanya, “meski kau saat besar nanti hidup sederhana
dan berkecukupan, tapi banggalah pada dirimu karna itu semua usaha kerja kerasmu”.
***
Mereka
adalah inspirasiku, mereka pula bagian dari hidupku, mereka pula yang telah
membesarkanku hingga saat ini, mereka pula yang memberikan dasar2 “kehidupan”,
mereka pula banyak mengajariku, mereka pula telah lama bersamaku meski ku
selalu membuat mereka kesal karna ulah tingahku pada saat itu hingga saat
sekarang, dan mereka pula bagiku segalanya.
Disaat
ku telah menjadi “orang” ku takan pernah lupa dengan perkataan2 dari “beliau”. Aku
selalu berharap sebelum “beliau” meninggalkan ku dan semuanya dialam ini, ku
ingin menyayangi, menyenangkan, membahagiakan mereka seperti mereka “kepadaku”.
Pengarang, Agus Setiawan
@agusibenxCOC
0 komentar:
Posting Komentar